![]() |
Polytama kembali meraih penghargaan PROPER Emas untuk yang kelima kalinya/Foto Ist |
PROINBAR.COM, JAKARTA - PT
Polytama Propindo (Polytama) kembali meraih penghargaan Program Penilaian
Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan Predikat Emas.
Penghargaan dari Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI) ini untuk kelima kalinya didapat.
Penghargaan diterima
oleh Presiden Direktur Joko Pranoto di Gedung Sasono Langen Budoyo TMII,
Jakarta, Senin (24/2/2025).
Acara ini dihadiri
oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai lembaga pemerintahan hingga berbagai
perusahaan di Indonesia.
Penghargaan ini
diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam menerapkan
kebijakan lingkungan yang berdampak positif, baik secara internal maupun
eksternal.
Melalui program
SINERGI CERMAT (Sinergi Cerdas Energi, Ramah, dan Terpadu), Polytama
menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
"Alhamdulillah,
Polytama kembali meraih PROPER dengan Predikat Emas. Penghargaan ini sebagai
pengakuan kepada dunia luar dan wujud nyata kami peduli terhadap lingkungan,
atas hal tersebut tentu akan menjadi pendorong semangat bagi kami untuk terus
menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan, eco inovasi, inovasi
sosial," terang
Joko Pranoto.
Sebagai bagian dari
inisiatif keberlanjutan, Polytama telah mengembangkan berbagai produk berbasis
teknologi ramah lingkungan.
Termasuk granule dan pellet
yang dapat digunakan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas spunbond, tempat
makan dan minum, serta pakaian hazmat untuk tenaga medis.
Selain itu, dalam
empat tahun terakhir, perusahaan telah meraih lebih dari 42 penghargaan
nasional dan internasional yang semakin menegaskan dedikasinya terhadap
pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Program-program
eksternal Polytama berfokus di Kecamatan Juntinyuat, Kecamatan Balongan, dan
Kecamatan Indramayu.
Sementara secara internal,
perusahaan terus memperkuat pengelolaan lingkungan di dalam operasionalnya.
“Perolehan yang ke 5
kalinya ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim Insan Polytama dalam
menerapkan program-program inovasi sebagai upaya mengembalikan alam dan
lingkungan kepada generasi selanjutnya, agar selalu lestari dan berkelanjutan.
Merupakan tanggung jawab kami sebagai pelaku usaha juga untuk dapat memperkuat
kontribusi terhadap masyarakat,” jelas Direktur Polytama, Dwinanto Kurniawan.
Sejak tahun 2020,
Polytama telah menjalankan berbagai program inovatif sebagai bagian dari
perjalanan menuju PROPER Emas.
Pada tahun tersebut,
program "Kontribusi Sepenuh Hati untuk Lestarikan Negeri" menjadi
langkah awal dalam mewujudkan komitmen lingkungan.
Setahun kemudian di
tahun 2021, program "Semangat Melahirkan Inovasi untuk Restorasi
Lingkungan yang Sehat" hadir sebagai upaya mengatasi pandemi COVID-19
dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Tahun 2022, Polytama
melaksanakan program "Bersatu Hijaukan Bumi Kita untuk Masa Depan yang
Lebih Cerah" sebagai bentuk partisipasi aktif dalam penghijauan bersama
masyarakat.
Kemudian, di tahun 2023,
perusahaan meluncurkan "Sinergi Apik Mari Bijak Pakai Plastik untuk Bumi
Lebih Estetik," yang bertujuan mengedukasi pelaku UMKM tentang penggunaan
plastik secara bijak dan bertanggung jawab.
Pada tahun 2024,
Polytama memperkenalkan program SINERGI CERMAT yang mengusung tiga fokus utama,
yakni edukasi lingkungan bagi anak usia sekolah, penyediaan energi baru
terbarukan, dan pengolahan sampah menjadi material infrastruktur.
Salah satu inovasi
unggulan dalam program ini adalah E-Saving Product Granule, yang bertujuan
mengurangi konsumsi energi dalam produksi pellet di unit Pelletizing.
Melalui program ini,
Polytama berhasil menurunkan pemakaian energi hingga 89%, menciptakan efisiensi
lebih dari 43 ribu Giga Joule, serta menghemat biaya hingga Rp17 miliar rupiah
per tahun.
Keberhasilan ini
menjadikan Polytama sebagai pionir dalam solusi manufaktur hijau di industri
Polipropilena nasional.
Selain inovasi
internal, Polytama juga menjalankan berbagai program sosial berbasis
lingkungan.
Berdasarkan data dari
Harian Kompas, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah sampah terbanyak
di dunia.
Menyadari hal ini,
Polytama mengembangkan program literasi lingkungan dan pengelolaan sampah bagi
masyarakat, terutama di Indramayu, tempat perusahaan beroperasi.
Kampanye
#PlastikPPBaik yang telah berhasil meningkatkan pendapatan pelaku UMKM kini
direplikasi kepada Kelompok Dahayu (Dapur Usaha Indramayu), dengan inovasi SI
DIA (Sistem Distribusi Hijau).
Program ini bertujuan
mengatasi kendala distribusi dengan menggunakan sepeda kayuh dan motor listrik
berbasis Oligotrik (Oligomer Jadi Listrik), sebuah inovasi dari limbah B3 yang
telah memperoleh izin pemanfaatan dari KLHK.
Dalam aspek edukasi
lingkungan, Polytama meluncurkan program SEHATI (Sekolah Hijau, Sehat, dan
Bersih) yang diterapkan di 12 sekolah dasar.
Program ini
mengintegrasikan pengelolaan sampah dalam kurikulum ekstrakurikuler dengan
modul pembelajaran khusus.
Selain itu, perusahaan
juga mendorong pelaku UMKM kuliner di Taman Tjimanoek, Indramayu untuk memilah
sampah sisa makanan melalui sistem Biodigester, yang mampu menghasilkan gas
metana sebagai sumber energi alternatif dan pupuk organik cair.
Melalui inisiatif ini,
sebanyak 18 ton sampah organik dan anorganik telah berhasil dikelola dengan
lebih efisien.
Lebih lanjut, Polytama
juga memperkenalkan teknologi Batik Javing (Bahan Plastik Jadi Paving), yang
memanfaatkan limbah non-B3 fine polymer sebagai bahan substitusi dalam
pembangunan infrastruktur publik.
Teknologi ini telah
diterapkan di area plant site perusahaan, akses jalan Rumah Produksi Bang Pilo,
serta beberapa ruang publik seperti Taman Kehati dan Taman Tjimanoek.
Dalam aspek energi,
perusahaan juga berhasil menghemat penggunaan bahan bakar minyak hingga lebih
dari 131 juta rupiah per tahun melalui konversi energi listrik dari Oligomer.
Kesuksesan Polytama
dalam meraih PROPER Emas kelima ini tidak terlepas dari dukungan berbagai
pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Indramayu.
Kolaborasi
multi-stakeholder ini menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah program
lingkungan tidak hanya ditentukan oleh inisiatif korporasi, tetapi juga sinergi
dengan masyarakat dan pemerintah.
Joko Pranoto
menyampaikan, sebagai salah satu dari 85 perusahaan yang meraih PROPER Emas
pada tahun 2024, Polytama terus berupaya menjaga standar tinggi dalam
pengelolaan lingkungan.
Dengan perolehan
PROPER Emas kali ini, Polytama tidak hanya menunjukkan prestasi luar biasa
dalam pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuktikan bahwa bisnis yang
berkelanjutan dapat berjalan selaras dengan inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, Polytama
bertekad untuk terus menjadi pionir dalam industri Petrokimia yang bertanggung
jawab terhadap lingkungan dan sosial. (JPI/rls)
Komentar0